top of page

Bulan K3 : Keselamatan Kerja Perlu Diajarkan Lewat Pengalaman

Keselamat Kerja K3

Perusahaan kembali berbicara mengenai prosedur, standar, dan kepatuhan yang berulang kali ketika bulan K3 berlangsung. Namun, pada kenyataannya tantangan yang terjadi di lapangan bukan soal kurangnya aturan, melainkan bagaimana cara menyampaikan keselamatan itu sendiri. 


Lingkungan kerja yang semakin kompleks, membuat risiko selalu tidak terlihat dan tidak semua skenario berbahaya bisa dijelaskan hanya lewat modul tertulis atau slide presentasi. 


Keselamatan kerja menuntut pendekatan yang lebih relevan dengan realitas yang terjadi di lapangan. 


Tantangan K3 di Lingkungan Kerja yang Modern 

Di berbagai perusahaan, banyak pelatihan K3 yang masih mengandalkan metode konvensional. Contohnya ialah presentasi satu arah, materi yang statis, dan simulasi yang terbatas. Hal ini menyebabkan para pekerja hanya memahami prosedur secara teori, tetapi ketika dihadapkan dengan situasi nyata belum tentu siap. 


Beberapa tantangan yang sering muncul diantaranya adalah : 

  1. Risiko sulit divisualisasikan tanpa adanya konteks di lapangan 

  2. Minimnya pengalaman praktik ketika kondisi berbahaya

  3. Pelatihan tidak terasa fungsional, namun lebih terasa formal

  4. Risiko hanya dibahas bukan dialami, membuat pemahaman sering berhenti di permukaan saja. 


VR Training : Membawa K3 ke Situasi Nyata, Tanpa Adanya Risiko Nyata

Seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi, tantangan diatas dapat teratasi dengan adanya Virtual Reality (VR) training. VR training menghadirkan pendekatan berbeda dalam edukasi mengenai K3. Melalui simulasi imersif, pekerja tidak hanya mengetahui teori saja, namun dapat masuk kedalam lingkungan kerja secara virtual yang menyerupai kondisi di lapangan. 


Di dalam Virtual Reality (VR) pekerja tidak hanya mendengar intruksi saja, tetapi : 

  1. Menghadapi skenario yang beresiko secara langsung

  2. Mengambil keputusan yang mendekati kondisi nyata

  3. Melihat konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan 


Pembelajaran menjadi lebih konstektual, karena dilakukan dari adanya experience bukan sekedar informasi secara teori. 


Dari Mengetahui, Menjadi Siap Bertindak

Tujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya membuat pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan ataupun dihindari, tetapi juga memastikan siap bertindak dengan tepat ketika dihadapkan oleh berbagai permasalahan dilapangan. 


Pendekatan berbasis pengalaman seperti VR Training membantu mengubah pelatihan K3 yang awalnya hanya rutinitas administratif menjadi suatu kesadaran. Keselamatan menjadi lebih bermakna ketika risikonya pernah dirasakan, bukan sekadar dijelaskan.

Momen Bulan K3 untuk Berfikir ulang

Bulan K3 tidak hanya untuk diperingati, namun juga untuk mengevaluasi. Apakah pelatihan keselamatan yang ada sudah benar-benar membuat para pekerja memahami dan dapat menghadapi situasi langsung di lapangan?


Menggabungkan metode konvensional dengan teknologi Virtual Reality (VR) akan membuka ruang pembelajaran menjadi lebih adaptif, konstektual, dan berdampak. 


Keselamatan kerja tidak cukup jika cuma diajarkan, namun perlu dialami. 

Komentar


Molca Teknologi Nusantara

Office and Workshop

Legal Name:
PT Molca Teknologi Nusantara

JAPFA Tower II Lt. 12, Surabaya,
East Java, Indonesia, 60271

Nomer Induk Berusaha (NIB):
1101230026145 - Januari 2023

Dharmahusada Indah Barat V AA No.30A, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

No. Pengukuhan PKP (Enterprise Tax):
S-25/PKP/KPP.110903/2023 

ISO Molca
ISO molca

Terima kasih telah Tertarik dengan MOLCA

Kami di sini untuk membantu. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kami, jangan ragu untuk menghubungi kami. Mari mulai percakapan!

Thanks for submitting!

© PT Molca Teknologi Nusantara 2025, All Rights Reserved

bottom of page