top of page

Digital Twin Bukan Sekadar 3D Model: Banyak Implementasi Salah Arah

Digital Twin for industry

Dalam beberapa tahun terakhir dalam perkembangan industri Digital Twin semakin sering disebut sebagai masa depan industri. Namun di banyak implementasi, konsep ini justru berhenti di satu titik yaitu visualisasi 3D.


Hasilnya akan menyebabkan ekspektasi yang tinggi, tetapi nilai bisnisnya minim. 

Masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada cara memahami Digital Twin sejak awal.


Apa bedanya 3D Model dan Digital Twin?


3D Model dan Digital Twin tentunya sangat berbeda, 3D Model berfokus pada representasi visual yang menunjukkan bentuk aset, layout pabrik, atau desain sistem secara statis. 3D Model berguna untuk presentasi, desain, dan dokumentasi. Namun kegunaannya hanya berhenti di situ saja. 


Sedangkan Digital Twin merupakan representasi digital yang “hidup” dan terhubung dengan 

  • Data real-time 

  • Proses operasional

  • Konteks keputusan dilapangan 


Digital Twin tidak hanya menunjukkan apa yang terlihat namun menjawab apa yang sedang terjadi, mengapa hal itu terjadi, serta apa dampaknya jika sebuah keputusan diambil.


Kesalahan Umum di Fase Awal Implementasi


Banyak proyek Digital Twin gagal bukan karena kompleksitas teknologi, melainkan kesalahan persepsi sejak awal seperti : 

  • Memulai dari visual, bukan dari problem operasional

  • Fokus pada tampilan dashboard, bukan alur keputusan

  • Menganggap data bisa “menyusul nanti” 


Akibatnya, digital twin menjadi “cantik” secara visual, namun tidak relevan secara operasional. Dampaknya tidak dapat digunakan dalam daily operation, tidak membantu maintenance, dan akhirnya ditinggalkan tidak digunakan. 


Peran Data Real-Time dan Konteks Operasional 


Nilai Digital Twin muncul ketika : 

  • Menarik data real-time dari aset dan sistem 

  • Memahami kondisi operasional saat ini 

  • Menempatkan data dalam konteks proses bisnis 


Dari pendekatan ini, Digital Twin bisa digunakan untuk memantau kondisi aset secara aktual, mensimulasikan skenario sebelum tindakan dilakukan, serta mengidentifikasi potensi kegagalan yang lebih awal. 

Tanpa data dan konteks, Digital Twin hanya menjadi “peta” bukan sebagai alat navigasi. 


Dampak ke Operasional dan Maintenance 


Digital Twin akan berdampak ketika diimplementasikan dengan benar, seperti pengurangan downtime melalui predictive maintenance, pengambilan keputusan yang lebih cepat yang berbasis data, serta peningkatan efisiensi operasional karena masalah terlihat sebelum terjadi. 


Maka Digital Twin tidak lagi sekedar alat visual, tetapi menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan harian. 


Digital Twin bukan tentang seberapa visual tersebut terlihat realistis, namun tentang seberapa relevan informasinya bagi operasional.

Nilai digital twin akan terasa ketika terhubung dengan data, proses, keputusan. Bukan hanya ditampilkan di layar. 


Dari situlah digital twin seharusnya bekerja.



Komentar


Molca Teknologi Nusantara

Office and Workshop

Legal Name:
PT Molca Teknologi Nusantara

JAPFA Tower II Lt. 12, Surabaya,
East Java, Indonesia, 60271

Nomer Induk Berusaha (NIB):
1101230026145 - Januari 2023

Dharmahusada Indah Barat V AA No.30A, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

No. Pengukuhan PKP (Enterprise Tax):
S-25/PKP/KPP.110903/2023 

ISO Molca
ISO molca

Terima kasih telah Tertarik dengan MOLCA

Kami di sini untuk membantu. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kami, jangan ragu untuk menghubungi kami. Mari mulai percakapan!

Thanks for submitting!

© PT Molca Teknologi Nusantara 2025, All Rights Reserved

bottom of page